DIREKSI & MANAGEMENT SERTA REDAKSI MEDIA ONLINE DIGITAL pgribeltim.com MENGUCAPKAN SELAMAT BERTUGAS KEPADA PENGURUS PGRI KABUPATEN BELITUNG TIMUR PERIODE MASA BHAKTI 2025-2030 SEMOGA AMANAH DENGAN VISI & MISI NYA AAMIIN

Sosialisasi Narkoba di Masjid Al Ijtihad Perkuat Desa Bersinar

BangkaPostNews
4 May 2026 22:07
5 minutes reading

BangkaPost.News | ArtaSariMediaGroup ~ Upaya membentengi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkotika kembali digaungkan secara konkret di wilayah Belitung Timur.

Melalui pendekatan yang menyentuh langsung ruang spiritual dan sosial warga, kegiatan sosialisasi bahaya narkoba digelar di Masjid Al Ijtihad, Dusun Baru Utara 1, Desa Baru, Kecamatan Manggar, Jumat (1/5/2026).

Momentum selepas ibadah salat Jumat dimanfaatkan secara strategis untuk menyampaikan pesan penting: perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), pemerintah desa, hingga lembaga rehabilitasi.

Hadir langsung dalam agenda tersebut Kepala BNN Kabupaten Belitung, Agus Handoko, yang didampingi jajaran personel. Turut hadir pula Ketua Yayasan Cahaya Arrazqy Bersinar, Winda Djohan, serta Kepala Desa Baru, Husnul Khalik.

Sementara dari unsur kepolisian, keterlibatan aktif terlihat dari kehadiran Bhabinkamtibmas Desa Baru Polsek Manggar yang menjadi ujung tombak komunikasi langsung dengan masyarakat.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran Polres Beltim melalui Kasi Humas Asep Achmadi atas seizin Kapolres Indra Feri Dalimunthe.

Pendekatan Humanis di Ruang Ibadah

Berbeda dengan sosialisasi formal yang sering berlangsung di kantor atau aula pemerintahan, pendekatan melalui rumah ibadah dinilai lebih efektif menyentuh kesadaran kolektif masyarakat.

Masjid sebagai pusat aktivitas spiritual memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran moral dan sosial.

Suasana khidmat pasca salat Jumat berubah menjadi ruang dialog terbuka yang hangat.

Jamaah tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga diajak memahami secara mendalam bahaya narkotika dari berbagai aspek—mulai dari kesehatan, hukum, hingga dampak sosial yang merusak tatanan keluarga.

See also  Pelajaran dari Irak : Pesan Madrid untuk Dunia, Bahaya Narasi Tanpa Bukti

Dalam penyampaiannya, perwakilan BNN menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman nyata terhadap masa depan generasi muda.

“Narkoba itu merusak dari dalam—fisik, mental, bahkan masa depan seseorang bisa hancur dalam waktu singkat,” tegas salah satu narasumber.

Desa Bersinar: Dari Wacana ke Aksi Nyata

Program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) bukan sekadar slogan. Di Desa Baru, konsep ini mulai diterjemahkan dalam langkah konkret melalui kolaborasi lintas sektor.

Kehadiran Yayasan Cahaya Arrazqy Bersinar menjadi bukti bahwa pendekatan rehabilitatif juga menjadi bagian penting dalam penanganan masalah narkotika.

Winda Djohan menjelaskan bahwa banyak korban penyalahgunaan narkoba sebenarnya membutuhkan pendampingan, bukan sekadar hukuman.

“Rehabilitasi adalah jalan pemulihan. Kita tidak boleh hanya melihat pelaku sebagai pelanggar, tapi juga sebagai manusia yang perlu diselamatkan,” ujarnya.

Pendekatan ini sejalan dengan paradigma baru penanganan narkotika yang mengedepankan keseimbangan antara penegakan hukum dan pemulihan sosial.

Peran Strategis Bhabinkamtibmas

Dalam konteks pencegahan, peran Bhabinkamtibmas menjadi sangat vital. Sebagai representasi Polri di tingkat desa, mereka memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat.

Hal ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

Dalam laporannya, personel Bhabinkamtibmas menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan komunikasi yang baik dengan warga tetap terjaga. Keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Pendekatan humanis yang diusung Polri ini menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik. Dengan kepercayaan tersebut, masyarakat diharapkan tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan terkait narkoba.

Data dan Tantangan Narkoba di Daerah

Meski tidak selalu terekspos secara luas, wilayah kepulauan seperti Bangka Belitung juga tidak luput dari ancaman peredaran narkotika. Letak geografis yang strategis sebagai jalur laut menjadikan daerah ini rawan menjadi titik transit.

See also  OJK Cabut Izin PT BPR Bumi Pendawa Raharja, Nasabah Diminta Tenang & Waspadai Penipuan

BNN mencatat bahwa tren penyalahgunaan narkoba di daerah cenderung meningkat, terutama di kalangan usia produktif. Faktor ekonomi, pergaulan, serta minimnya edukasi menjadi pemicu utama.

Karena itu, kegiatan seperti sosialisasi di Masjid Al Ijtihad ini menjadi langkah preventif yang sangat penting. Edukasi sejak dini diharapkan mampu membangun benteng kesadaran yang kuat di tengah masyarakat.

Sinergitas sebagai Kunci Keberhasilan

Salah satu pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan ini adalah pentingnya sinergi. Tidak ada satu pihak pun yang bisa bekerja sendiri dalam memerangi narkoba. Kolaborasi antara BNN, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi fondasi utama.

Asep Achmadi menegaskan bahwa sinergitas ini harus terus diperkuat. “Kita tidak bisa bekerja parsial. Semua elemen harus bergerak bersama agar upaya pencegahan ini benar-benar efektif,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Baru, Husnul Khalik, yang mengajak warganya untuk aktif menjaga lingkungan. “Kalau bukan kita yang menjaga desa kita, siapa lagi?” katanya.

Antusiasme Warga dan Harapan ke Depan

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Jamaah yang hadir terlihat antusias mengikuti setiap sesi penyuluhan. Beberapa bahkan mengajukan pertanyaan terkait cara mengenali tanda-tanda penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga.

Antusiasme ini menjadi indikator bahwa masyarakat memiliki kepedulian tinggi terhadap isu narkotika. Tinggal bagaimana kepedulian tersebut diarahkan menjadi aksi nyata.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan tidak berhenti di satu titik. Perlu ada kesinambungan program, termasuk pembentukan relawan anti-narkoba di tingkat desa, pelatihan kader, hingga kampanye berkelanjutan di sekolah dan komunitas.

Edukasi sebagai Benteng Utama

Salah satu kesimpulan penting dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi merupakan benteng utama dalam melawan narkoba. Pengetahuan yang cukup akan membuat masyarakat lebih waspada dan tidak mudah terjerumus.

See also  Tersesat di Tengah Kota, Kisah Ibu Rosmaniar Lansia Terlantar

Selain itu, pendekatan berbasis komunitas seperti ini terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan top-down. Ketika masyarakat merasa dilibatkan, maka rasa memiliki terhadap program akan semakin kuat.

Menjaga Generasi, Menjaga Masa Depan

Perang melawan narkoba bukanlah tugas yang mudah. Ia membutuhkan komitmen jangka panjang, kerja sama lintas sektor, dan kesadaran kolektif yang terus dipupuk.

Apa yang dilakukan di Desa Baru, Manggar, menjadi contoh bahwa langkah kecil di tingkat lokal bisa memberikan dampak besar. Dari masjid, dari ruang sederhana, lahir kesadaran yang bisa menyelamatkan generasi.

Dengan semangat Desa Bersinar, harapan itu tetap hidup—bahwa masyarakat Belitung Timur mampu berdiri tegak, melindungi anak-anaknya, dan menjaga masa depan dari ancaman narkotika.

Karena pada akhirnya, menjaga lingkungan dari narkoba bukan hanya soal hukum, tetapi soal kemanusiaan. Dan perjuangan itu dimulai dari kita semua. | BangkaPost.News | */Redaksi | *** |

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x