DIREKSI & MANAGEMENT SERTA REDAKSI MEDIA ONLINE DIGITAL pgribeltim.com MENGUCAPKAN SELAMAT BERTUGAS KEPADA PENGURUS PGRI KABUPATEN BELITUNG TIMUR PERIODE MASA BHAKTI 2025-2030 SEMOGA AMANAH DENGAN VISI & MISI NYA AAMIIN

Gerakan Pangan Murah di Beltim ; Solusi Tepat di Tengah Kenaikan Harga Pangan

BangkaPostNews
20 Nov 2025 23:47
5 minutes reading

BangkaPost.News | ArtaSariMediaGroup ~ Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di seluruh kecamatan se-Beltim mendapat sambutan hangat dan antusiasme luar biasa dari masyarakat.

Program yang bertujuan untuk memberikan akses pangan dengan harga terjangkau ini sukses menarik perhatian warga, terutama yang tinggal di kawasan perdesaan dan pinggiran kota.

Salah satu yang paling diminati oleh masyarakat adalah komoditas telur ayam lokal dan daging ayam segar, yang menjadi sorotan utama dalam acara yang digelar pada Kamis, 20 November 2025 di halaman Kantor Camat Manggar.

GPM yang diadakan serentak di seluruh kecamatan Beltim ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menanggulangi kenaikan harga pangan yang terus merangkak naik. Warga tampak bersemangat menyerbu pasar murah yang menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Kehadiran BUMDes dalam GPM: Menyediakan Telur Ayam Lokal dengan Harga Terjangkau

Salah satu elemen yang menarik perhatian dalam acara GPM kali ini adalah BUMDes Sedulang Jaya dari Desa Lalang Jaya Manggar, yang turut berpartisipasi dalam memasok telur ayam untuk warga Beltim.

Dengan harga yang sangat bersaing, yaitu Rp 18.000 per 10 butir telur, BUMDes Lalang Jaya berhasil memberikan alternatif yang lebih murah bagi masyarakat yang tengah berjuang melawan lonjakan harga pangan.

Ahmad, Ketua BUMDes Sedulang Jaya, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak hanya memasok telur untuk Kecamatan Manggar, tetapi juga untuk kecamatan lainnya, seperti Dendang, Simpang Pesak, dan Renggiang.

See also  Senyum di Taman Bhaypark : Ketika Kapolda Babel Hadir sebagai Sahabat Anak

Setiap kecamatan menerima sekitar 1.500 butir telur yang telah dikemas dalam plastik dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar yang dapat mencapai Rp 22.000-25.000 per 10 butir.

“Kami ikut serta dalam GPM ini sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kami berharap dengan adanya pasar murah ini, warga dapat merasakan manfaat langsung dan membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Ahmad kepada awak media.

Selain itu, BUMDes juga turut memasok daging ayam segar dengan harga Rp 35.000 per kilogram, yang tentunya sangat membantu bagi masyarakat yang ingin membeli bahan pangan segar dengan harga lebih murah.

Harga daging ayam di pasar biasanya berkisar antara Rp 40.000 hingga Rp 45.000 per kilogram, sehingga penawaran BUMDes ini jelas memberikan keuntungan bagi pembeli.

Masyarakat Menyambut Positif GPM

Antusiasme warga di Kecamatan Manggar sangat terasa. Intan (38), seorang ibu rumah tangga yang datang dari Desa Baru, mengatakan bahwa ia sangat senang bisa membeli telur ayam lokal dengan harga yang jauh lebih murah.

“Saya beli tiga rak telur ayam lokal karena telurnya lebih fresh dan harganya murah,” ungkapnya sambil tersenyum. Intan yang memiliki tiga orang anak itu mengaku merasa terbantu dengan adanya GPM, terutama di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit.

Tidak hanya Intan, banyak warga lain yang juga terlihat antusias berbelanja di pasar murah ini.

Mereka tak hanya membeli telur ayam dan daging ayam, tetapi juga berbagai bahan pokok lainnya seperti sayuran, beras, dan minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau. Sebagian besar dari mereka merasa terbantu, mengingat harga bahan pangan yang seringkali melambung tinggi.

See also  Waspada Potensi Banjir Pesisir ; Siaga Hadapi Fenomena Alam

BUMDes Lalang Jaya: Pemasok Telur Ayam Lokal untuk Beltim

Keberhasilan BUMDes Sedulang Jaya dalam menyuplai kebutuhan pangan lokal seperti telur ayam merupakan salah satu contoh positif dari upaya pemberdayaan ekonomi berbasis desa.

Ahmad mengungkapkan bahwa usaha ternak ayam petelur milik BUMDes ini awalnya didirikan untuk memenuhi kebutuhan telur ayam di Pulau Belitung, khususnya di Kabupaten Belitung Timur.

“Kami mulai usaha ternak ayam petelur ini untuk memenuhi kebutuhan telur ayam di wilayah Beltim, dan sekarang penjualan kami bukan hanya di Manggar, tapi sudah merambah ke seluruh Beltim. Masyarakat juga sudah mulai percaya dengan kualitas telur lokal yang kami hasilkan,” jelas Ahmad.

BUMDes Lalang Jaya juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat, mengingat banyak warga yang kini bergantung pada usaha ternak ayam petelur untuk mendapatkan pendapatan tambahan.

Selain itu, mereka juga merasakan manfaat dari keberadaan pasar murah, yang memudahkan mereka dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

GPM sebagai Solusi Mengatasi Krisis Pangan Lokal

Program Gerakan Pangan Murah yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur ini dapat dikatakan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi krisis pangan yang sering terjadi, terutama di daerah-daerah yang tidak mudah dijangkau oleh pasar besar.

GPM ini tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada warga yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa dengan melibatkan BUMDes dan pengusaha lokal.

Pemerintah Kabupaten Beltim juga terus berupaya agar GPM ini bisa lebih luas lagi cakupannya. Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa GPM akan terus digalakkan, dengan harapan bisa menjangkau lebih banyak warga, terutama mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan pangan.

See also  Operasi Zebra 2025 ; Siapkan Surat Kendaraan & Patuhi Aturan Lalu Lintas

“Kami berharap GPM ini bisa terus berlangsung dan menjangkau seluruh masyarakat Beltim. Selain membantu warga mendapatkan harga pangan yang lebih terjangkau, ini juga sebagai bentuk pemberdayaan bagi para pelaku usaha lokal seperti BUMDes yang sudah berkontribusi besar dalam menciptakan ketahanan pangan lokal,” ujar Kamarudin.

Mendorong Kemandirian Pangan di Beltim

GPM tidak hanya memberikan dampak positif secara langsung dalam jangka pendek, tetapi juga diharapkan bisa mendorong kemandirian pangan di Kabupaten Belitung Timur. Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh produk pangan segar dan berkualitas dari sumber lokal, yang tentu saja dapat memperkuat ketahanan pangan di daerah tersebut.

Ke depannya, pemerintah berharap ada lebih banyak lagi inisiatif serupa yang dapat melibatkan lebih banyak masyarakat, baik dalam produksi maupun distribusi pangan, sehingga ketergantungan pada pangan impor dapat berkurang, dan warga bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Gerakan Pangan Murah ini merupakan langkah nyata untuk memastikan bahwa masyarakat Beltim tidak hanya mengandalkan bantuan dari pusat, tetapi juga bisa menggali potensi lokal untuk mendukung ketahanan pangan mereka sendiri.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, BUMDes, dan masyarakat, diharapkan Belitung Timur bisa mencapai kemandirian pangan yang lebih baik di masa depan. | BangkaPost.News | */Redaksi | *** |

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x