DIREKSI & MANAGEMENT SERTA REDAKSI MEDIA ONLINE DIGITAL pgribeltim.com MENGUCAPKAN SELAMAT BERTUGAS KEPADA PENGURUS PGRI KABUPATEN BELITUNG TIMUR PERIODE MASA BHAKTI 2025-2030 SEMOGA AMANAH DENGAN VISI & MISI NYA AAMIIN

Police Goes to School ; Menyemai Disiplin dari Sekolah hingga Jalan Raya

BangkaPostNews
4 Mar 2026 06:18
6 minutes reading

BangkaPost.News | ArtaSariMediaGroup ~ Semangat kedisiplinan dan keselamatan berlalu lintas kembali digaungkan dalam kegiatan Police Goes to School yang digelar di SMA Negeri 1 Pangkalpinang.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian Operasi Keselamatan Menumbing 2026, yang dilaksanakan oleh Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung dalam upaya membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Murry Mirranda, S.I.K., M.H., yang resmi menjabat sebagai Wakapolda sejak Januari 2026. Sosok Brigjen Pol. Murry Mirranda bukanlah figur asing bagi masyarakat Bangka Belitung.

Ia adalah putra daerah yang lahir di Kabupaten Belitung pada 27 Februari 1974—sebuah fakta yang memberi makna emosional tersendiri atas kehadirannya di tengah para pelajar.

Kembalinya seorang putra daerah dalam posisi strategis di institusi kepolisian bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga simbol harapan.

Harapan bahwa generasi muda Bangka Belitung mampu menembus batas, mengukir prestasi, dan kembali membangun tanah kelahirannya dengan dedikasi dan integritas.

Edukasi yang Menghidupkan Kesadaran

Dalam suasana penuh antusiasme, ratusan siswa mengikuti kegiatan yang dikemas secara edukatif, komunikatif, dan inspiratif.

Brigjen Pol. Murry Mirranda menyampaikan pesan-pesan penting terkait keselamatan berlalu lintas, etika berkendara, serta pentingnya disiplin sebagai fondasi utama kesuksesan.

Beliau menegaskan bahwa disiplin tidak lahir secara instan. Disiplin dibentuk melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten—datang tepat waktu ke sekolah, mematuhi tata tertib, menghormati guru, hingga menaati aturan lalu lintas saat berada di jalan raya.

“Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan.

Jika sejak sekarang sudah terbiasa disiplin di sekolah dan disiplin di jalan, maka kelak mereka akan menjadi pribadi yang bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,” pesan beliau dengan penuh ketegasan namun tetap hangat.

See also  Ketertinggalan Infrastruktur ; Menantang Masa Depan Anak Bangsa

Operasi Keselamatan Menumbing 2026 sendiri bukan hanya berorientasi pada penindakan pelanggaran, tetapi lebih menitikberatkan pada pendekatan preemtif dan preventif.

Artinya, edukasi menjadi kunci utama. Polisi tidak sekadar hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat pelajar dan mitra pendidikan.

Menumbuhkan Budaya Tertib Sejak Dini

Fenomena pelanggaran lalu lintas di kalangan remaja menjadi perhatian serius. Penggunaan kendaraan bermotor tanpa kelengkapan surat, tidak memakai helm, hingga kebut-kebutan di jalan kerap terjadi karena kurangnya kesadaran akan risiko.

Melalui program *Police Goes to School*, Polda Babel ingin membangun paradigma baru: bahwa keselamatan adalah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Keselamatan bukan karena takut ditilang, tetapi karena sadar bahwa nyawa adalah amanah yang harus dijaga.

Dalam paparannya, Wakapolda juga menjelaskan bahwa kecelakaan lalu lintas sebagian besar diawali oleh pelanggaran kecil.

Melanggar lampu merah, tidak memakai helm, bermain ponsel saat berkendara—semua itu bisa berujung fatal. Oleh karena itu, perubahan besar harus dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Beliau mengajak para siswa untuk menjadi *agent of change* di lingkungan masing-masing. “Mulailah dari diri sendiri. Jadilah contoh.

Disiplin di sekolah, disiplin di rumah, disiplin di jalan. Jika satu siswa memberi teladan, maka yang lain akan mengikuti.”

Inspirasi dari Perjalanan Putra Daerah

Kehadiran Brigjen Pol. Murry Mirranda juga membawa pesan motivatif yang kuat. Sebagai putra Belitung yang berhasil meniti karier hingga posisi Wakapolda, perjalanan hidup beliau menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan kedisiplinan mampu membuka jalan kesuksesan.

Beliau berbagi kisah singkat tentang pentingnya pendidikan, integritas, dan komitmen dalam meraih cita-cita. Tidak ada keberhasilan yang diraih secara instan. Semua membutuhkan proses, pengorbanan, dan ketekunan.

Bagi para pelajar SMA Negeri 1 Pangkalpinang, kisah tersebut menjadi suntikan semangat.

Mereka melihat secara langsung bahwa sosok pemimpin yang berdiri di hadapan mereka berasal dari tanah yang sama, dari budaya yang sama, dari mimpi yang mungkin tak jauh berbeda dengan mimpi mereka hari ini.

See also  Dari Hafiz ke Algojo : Tragedi Ibnu Muljam & Alarm Sejarah bagi Umat

Inilah esensi dari pendekatan humanis dalam kepemimpinan: membangun kedekatan emosional, menghadirkan inspirasi yang nyata, dan membuktikan bahwa institusi kepolisian hadir untuk mengayomi serta membimbing generasi muda.

Sinergi Sekolah dan Kepolisian

Kepala sekolah dan para guru menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan aparat kepolisian merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter pelajar.

Sekolah tidak bisa berjalan sendiri dalam mendidik generasi berkarakter. Dibutuhkan sinergi lintas sektor—orang tua, pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat luas.

Police Goes to School menjadi jembatan komunikasi yang efektif. Siswa tidak lagi memandang polisi sebagai figur yang menakutkan, tetapi sebagai mitra yang peduli terhadap masa depan mereka.

Melalui dialog interaktif, siswa diberi kesempatan bertanya seputar aturan lalu lintas, prosedur pembuatan SIM, hingga konsekuensi hukum dari pelanggaran. Diskusi berlangsung hangat dan penuh keterbukaan.

Membangun Generasi Tangguh dan Bertanggung Jawab

Lebih dari sekadar sosialisasi lalu lintas, kegiatan ini mengandung pesan moral yang lebih luas: membangun generasi yang tangguh, bertanggung jawab, dan berkarakter.

Disiplin di jalan raya mencerminkan disiplin dalam kehidupan. Seseorang yang terbiasa menaati aturan lalu lintas cenderung memiliki kesadaran hukum yang baik. Kesadaran hukum inilah yang menjadi fondasi terciptanya masyarakat yang tertib dan harmonis.

Brigjen Pol. Murry Mirranda juga mengingatkan pentingnya menjauhi perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan perundungan. Semua itu dapat merusak masa depan yang masih panjang.

“Jangan gadaikan masa depan hanya karena ingin dianggap hebat hari ini,” tegasnya.

Pesan tersebut disambut tepuk tangan para siswa. Mereka menyadari bahwa masa remaja adalah fase penentuan arah hidup. Pilihan-pilihan kecil yang diambil hari ini akan menentukan kualitas hidup di masa depan.

Operasi Keselamatan Menumbing 2026: Lebih dari Sekadar Operasi

See also  RDP Raperda WPR/IPR, Langkah Konkret Wujudkan Kepastian Hukum Pertambangan

Operasi Keselamatan Menumbing 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat budaya keselamatan di Bangka Belitung. Dengan pendekatan edukatif dan persuasif, Polda Babel berkomitmen menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas secara signifikan.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat pembangunan daerah yang mengedepankan keselamatan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat. Jalan raya bukan arena adu kecepatan, melainkan ruang publik yang harus dijaga bersama.

Kegiatan di SMA Negeri 1 Pangkalpinang menjadi salah satu contoh konkret bagaimana operasi kepolisian dapat dikemas secara inovatif dan inspiratif. Polisi hadir bukan hanya dengan sirene dan tilang, tetapi dengan dialog, motivasi, dan keteladanan.

Harapan untuk Masa Depan Bangka Belitung

Di akhir kegiatan, suasana terasa penuh optimisme. Para siswa berfoto bersama Wakapolda, menyimpan momen yang mungkin akan mereka kenang bertahun-tahun ke depan.

Harapannya sederhana namun bermakna besar: pelajar yang disiplin di sekolah dan disiplin di jalan. Dari disiplin lahir tanggung jawab. Dari tanggung jawab lahir kepercayaan. Dan dari kepercayaan lahir kemajuan.

Jika generasi muda Bangka Belitung tumbuh dengan kesadaran hukum dan budaya keselamatan yang kuat, maka masa depan daerah ini akan semakin cerah. Jalanan akan lebih tertib. Sekolah akan lebih kondusif. Masyarakat akan lebih harmonis.

Police Goes to School bukan sekadar program seremonial. Ia adalah investasi karakter. Ia adalah upaya menanam benih kesadaran yang kelak akan tumbuh menjadi pohon kedisiplinan.

Di bawah kepemimpinan Brigjen Pol. Murry Mirranda, sinergi edukatif antara kepolisian dan dunia pendidikan diharapkan terus berlanjut dan berkembang. Karena membangun bangsa tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pembangunan karakter generasi mudanya.

Dan dari SMA Negeri 1 Pangkalpinang hari itu, sebuah pesan kuat menggema: jadilah pelajar yang memberi contoh. Disiplin di sekolah, disiplin di jalan, disiplin dalam kehidupan.

Sebab masa depan Bangka Belitung ada di tangan mereka. | BangkaPost.News | ig-murrymirranda | *** |

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x