DIREKSI & MANAGEMENT SERTA REDAKSI MEDIA ONLINE DIGITAL pgribeltim.com MENGUCAPKAN SELAMAT BERTUGAS KEPADA PENGURUS PGRI KABUPATEN BELITUNG TIMUR PERIODE MASA BHAKTI 2025-2030 SEMOGA AMANAH DENGAN VISI & MISI NYA AAMIIN

Waspada Potensi Banjir Pesisir ; Siaga Hadapi Fenomena Alam

BangkaPostNews
2 Jan 2026 16:38
5 minutes reading

BangkaPost.News | ArtaSariMediaGroup ~ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan akan terjadi hingga tanggal 7 Januari 2026.

Peringatan ini didasarkan pada laporan terbaru dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, yang mengungkapkan adanya fenomena alam berupa pasang maksimum air laut yang terjadi bersamaan dengan fase Bulan Purnama dan Perigee, yang dikenal juga dengan istilah Supermoon.

Kombinasi kedua fenomena ini diprediksi dapat menyebabkan peningkatan tinggi muka air laut secara signifikan di wilayah pesisir utara Jakarta.

Fenomena Alam yang Mempengaruhi Jakarta

Bulan Purnama, yang dikenal dengan cahaya purnama yang terang, bertepatan dengan posisi Bulan yang lebih dekat dengan Bumi (Perigee) pada periode ini. Kedua peristiwa astronomi tersebut mempengaruhi gravitasi yang ada di Bumi, yang pada gilirannya dapat menyebabkan pasang air laut yang lebih tinggi dari biasanya.

Pasang maksimum ini diperkirakan akan terjadi antara pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, dengan durasi tinggi air yang dapat berlangsung beberapa hari berturut-turut, mempengaruhi sejumlah wilayah pesisir Jakarta.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, dalam keterangan pers yang disampaikan pada Jumat, 2 Januari 2026, menjelaskan bahwa masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir rob.

“Durasi pasang tinggi ini bisa berlangsung beberapa hari berturut-turut, jadi kita perlu memastikan seluruh elemen masyarakat siap dan memiliki langkah mitigasi yang tepat,” ujarnya.

Peningkatan tinggi muka air laut yang signifikan ini berpotensi berdampak pada sejumlah kawasan di Jakarta, yang terletak di sepanjang pantai utara.

See also  Kepergian Sidiq Said Hamid, Pilar Seni Belitung yang Abadi

Daerah-daerah yang diperkirakan akan terdampak antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan kawasan Kepulauan Seribu.

Imbauan dan Langkah Kesiapsiagaan BPBD DKI Jakarta

BPBD DKI Jakarta menyarankan agar masyarakat di daerah pesisir untuk selalu memantau kondisi cuaca serta dinamika air laut yang bisa berubah dengan cepat, mengingat potensi banjir rob yang bisa datang secara tiba-tiba.

Selain itu, Isnawa Adji mengimbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di daerah pesisir yang berisiko terkena banjir rob, terutama saat puncak pasang maksimum.

Lebih lanjut, Isnawa Adji juga memberikan saran praktis bagi warga untuk memastikan bahwa sistem drainase di sekitar rumah tetap berfungsi dengan baik. “Ini penting untuk menghindari terjadinya genangan air yang bisa merusak lingkungan serta mengganggu aktivitas sehari-hari,” tambahnya.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak ragu melapor jika terjadi genangan atau potensi bahaya lainnya melalui kanal digital yang telah disediakan oleh pemerintah.

Memperkuat Kolaborasi antara Pemerintah dan Masyarakat

Dalam upaya mengurangi dampak dari bencana ini, BPBD DKI Jakarta menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta pihak terkait lainnya.

Pemerintah DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai kanal digital untuk memudahkan warga dalam mengakses informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan potensi banjir rob.

Salah satunya adalah Peringatan Dini Gelombang Pasang yang dapat diakses melalui situs web resmi BPBD Jakarta di [bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut](http://bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut). Selain itu, warga juga dapat menggunakan aplikasi JAKI untuk melaporkan genangan air yang terjadi di sekitar mereka.

Melalui aplikasi ini, laporan-laporan warga akan diterima dan ditindaklanjuti oleh petugas dengan cepat. BPBD DKI Jakarta juga menyediakan situs pantaubanjir.jakarta.go.id, yang memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan pembaruan kondisi banjir secara real-time.

See also  Pelantikan Empat Srikandi Penggerak Keluarga

Pemerintah juga menyiapkan layanan darurat gratis 112 untuk memberikan respon cepat dalam situasi darurat. Layanan ini dapat dihubungi oleh masyarakat yang membutuhkan pertolongan terkait banjir rob ataupun kejadian darurat lainnya.

“Layanan darurat 112 akan siap merespon laporan masyarakat dan memberikan bantuan yang dibutuhkan, termasuk evakuasi jika diperlukan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta.

Meningkatkan Kesadaran dan Kesiapsiagaan Masyarakat

Selain informasi dan teknologi, peningkatan kesadaran masyarakat juga merupakan faktor kunci dalam menghadapi bencana alam, termasuk banjir rob. Kesiapsiagaan yang baik dapat meminimalkan kerugian dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.

BPBD DKI Jakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu menjaga kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat di kawasan pesisir Jakarta diharapkan untuk menghindari lokasi-lokasi yang rawan terendam air saat puncak pasang.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menyimpan peralatan darurat, seperti senter, radio, dan perlengkapan medis yang dapat digunakan dalam keadaan darurat.

Tidak hanya itu, BPBD DKI Jakarta juga mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam program pelatihan kesiapsiagaan bencana yang diadakan secara rutin.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara-cara evakuasi, pertolongan pertama, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan dalam menghadapi potensi bencana, termasuk banjir rob.

Peran Teknologi dalam Mitigasi Bencana

Pemanfaatan teknologi dalam menghadapi bencana semakin penting, terutama di era digital saat ini. Dengan adanya informasi real-time dan kanal komunikasi yang lebih cepat, masyarakat dapat lebih siap dalam menghadapi potensi bencana.

BPBD DKI Jakarta terus berupaya memperbarui sistem peringatan dini dan memperbaiki kualitas informasi yang disampaikan kepada publik.

Salah satu langkah inovatif yang dilakukan oleh BPBD DKI Jakarta adalah kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas teknologi dan startup lokal, untuk mengembangkan aplikasi dan sistem pemantauan banjir yang lebih akurat dan cepat.

See also  Saat Harga Melonjak ; BBM Naik, Kesadaran Harus Ikut Tumbuh

Dengan teknologi yang tepat, masyarakat dapat lebih cepat mendapatkan informasi tentang perubahan kondisi cuaca dan ancaman banjir, sehingga mereka dapat mengambil tindakan preventif secara lebih efektif.

Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim

Peringatan kewaspadaan terhadap banjir rob ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Peningkatan permukaan air laut yang dipengaruhi oleh fenomena pasang maksimum dan Supermoon adalah salah satu indikator dari perubahan iklim global yang mempengaruhi banyak daerah pesisir di dunia, termasuk Jakarta.

Kota Jakarta yang terletak di pesisir pantai utara memang menjadi salah satu daerah yang sangat rentan terhadap banjir pesisir akibat naiknya permukaan air laut.

Oleh karena itu, BPBD DKI Jakarta juga terus mengedukasi masyarakat untuk lebih memahami risiko perubahan iklim dan pentingnya pelestarian lingkungan untuk mengurangi dampak bencana alam.

Peringatan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang dikeluarkan oleh BPBD DKI Jakarta adalah langkah penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan teknologi akan menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana ini. Dengan memanfaatkan informasi terkini dan sistem peringatan dini yang tersedia, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dalam menghadapi dampak dari fenomena alam yang terjadi.

Melalui kesadaran dan kewaspadaan yang tinggi, Jakarta dapat mengurangi potensi kerugian akibat bencana dan memperkuat ketahanan bencana di masa depan. | BangkaPost.News | */Redaksi | *** |

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x