DIREKSI & MANAGEMENT SERTA REDAKSI MEDIA ONLINE DIGITAL pgribeltim.com MENGUCAPKAN SELAMAT BERTUGAS KEPADA PENGURUS PGRI KABUPATEN BELITUNG TIMUR PERIODE MASA BHAKTI 2025-2030 SEMOGA AMANAH DENGAN VISI & MISI NYA AAMIIN

Benarkah Media Sosial Mendekatkan yang Jauh dan Menjauhkan yang Dekat?

BangkaPostNews
22 Nov 2025 21:44
Headline News 1 262
2 minutes reading

BangkaPost.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Di ruang-ruang keluarga Indonesia hari ini, pemandangan serupa makin sering terlihat: beberapa orang duduk berdekatan, tetapi sibuk menatap layar gawai masing-masing.

Semakin sering scroll, semakin jarang ngobrol. Ungkapan itu seakan menjadi potret baru kehidupan sosial di era digital.

Media sosial awalnya hadir sebagai teknologi yang menjanjikan kedekatan. Keluarga yang terpisah jarak dapat saling bertukar kabar. Teman lama kembali terhubung.

Ide, informasi, dan hiburan mengalir tanpa batas waktu. Namun di balik itu, muncul pertanyaan penting: apakah media sosial benar-benar mempererat hubungan, atau justru menciptakan jarak emosional yang tak terlihat?

Relasi yang Berubah

Peneliti komunikasi menyebut bahwa media sosial mengubah cara manusia membangun dan mempertahankan hubungan.

Kini, komunikasi tidak lagi bergantung pada tatapan mata atau percakapan hangat, melainkan notifikasi dan like.

Di satu sisi, kemudahan ini bermanfaat—khususnya bagi mereka yang terpisah oleh jarak geografis.

Namun di sisi lain, intensitas penggunaan media sosial dapat membuat seseorang teralihkan dari relasi yang hadir secara fisik.

Percakapan langsung yang dulunya menjadi ruang saling memahami, kini tergeser oleh rutinitas menatap linimasa.

Dekat yang Menjadi Jauh

Fenomena phubbing—mengabaikan orang di hadapan kita karena sibuk dengan ponsel—kian marak terjadi. Banyak keluarga melaporkan berkurangnya dialog, meningkatnya salah paham, hingga hilangnya kebiasaan sederhana seperti mendengarkan cerita satu sama lain.

Para psikolog mengingatkan bahwa relasi yang sehat membutuhkan kehadiran penuh (presence), sesuatu yang tidak selalu dapat diberikan ketika perhatian terpecah oleh aliran konten digital.

See also  Bayi Tak Berdosa Ditemukan di Tempat Sampah

Jauh yang Menjadi Dekat

Meski begitu, tak dapat dibantah bahwa media sosial juga menjadi jembatan. Bagi sebagian orang, platform digital membantu menjaga hubungan jarak jauh, memperkuat rasa kebersamaan, dan memperluas jejaring pertemanan serta peluang usaha.

Di masa-masa sulit, media sosial bahkan menjadi ruang dukungan emosional, tempat berbagi informasi, dan wadah untuk saling menguatkan.

Menjaga Keseimbangan

Para ahli menekankan bahwa persoalannya bukan terletak pada platform, tetapi pada cara kita memanfaatkannya.

Penggunaan media sosial secara bijak dapat memberikan dampak positif, namun penggunaan berlebihan berpotensi memisahkan hubungan yang seharusnya dirawat melalui interaksi nyata.

Mengatur waktu penggunaan, memprioritaskan percakapan tatap muka, serta membiasakan meletakkan ponsel saat bersama orang terdekat dapat menjadi langkah kecil yang berdampak besar.

Pertanyaan untuk Kita Semua

Pada akhirnya, media sosial hanyalah alat. Manusialah yang menentukan apakah alat itu akan mendekatkan atau menjauhkan.

Menurut #Sobatkom, pengaruh media sosial lebih banyak membawa kedekatan atau justru menciptakan jarak dalam hubungan kalian? | BangkaPost.News | */Redaksi | *** |

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x