SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BANGKAPOST.NEWS [BKA#POST] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA KOPI HITAM - KOP SUSU - ANEKA JUS - ANEKA MIE - TEH MANIS & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN RAYA SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT SITU KULONG MINYAK LALANG MANGGAR BELITUNG TIMUR [BKA#POST] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [BKA#POST] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [BKA#POST] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [BKA#POST]

Manang Soebakti Soroti Dugaan Kebocoran Data BPJS dan Isu Pinjol Ruben

BangkaPostNews
1 Aug 2026 11:07
3 minutes reading

BangkaPost.News | ArtaSariMediaGroup ~ Polisi sekaligus pegiat keamanan siber, Manang Soebakti, menanggapi polemik yang berkembang terkait dugaan pinjaman online (pinjol) yang menyeret nama presenter Ruben Onsu.

Dalam unggahan di media sosial, Manang mengaitkan isu tersebut dengan dugaan kebocoran data pribadi masyarakat yang disebut berasal dari data BPJS Kesehatan.

Pernyataan itu muncul di tengah ramainya perbincangan publik menyusul pengakuan Sarwendah mengenai kedatangan penagih utang ke kediamannya.

Melalui unggahan di akun Instagram pada Sabtu (1/8/2026), Manang menyatakan bahwa informasi tertentu dapat ditelusuri menggunakan data yang diduga berasal dari kebocoran basis data BPJS Kesehatan.

Ia juga menyinggung pernyataan BPJS Kesehatan pada waktu sebelumnya yang membantah adanya kebocoran data dan menyebut isu tersebut sebagai hoaks.

Pernyataan Manang kembali memunculkan diskusi mengenai pentingnya perlindungan data pribadi di Indonesia, terutama di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber.

Isu tersebut mencuat setelah Sarwendah, dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo, mengaku mengalami peristiwa yang menurutnya menimbulkan trauma.

Ia mengatakan rumahnya pernah didatangi sejumlah orang yang mengaku sebagai debt collector pada malam hari.

Menurut Sarwendah, para penagih tersebut membawa identitas atas nama mantan suaminya, Ruben Onsu, sementara berbagai tagihan, mulai dari pinjaman online, kartu kredit hingga pembiayaan kendaraan, disebut menghubungi nomor telepon miliknya.

Pengakuan itu segera menjadi perhatian publik dan memicu beragam respons.

Namun hingga kini, klaim tersebut masih berupa pernyataan salah satu pihak dan belum dibuktikan melalui putusan pengadilan maupun pernyataan resmi dari lembaga berwenang mengenai adanya pinjaman online atas nama Ruben Onsu.

See also  Patroli Dialogis ; Edukasi Masyarakat & Songsong Hari Raya Aman

Menanggapi isu tersebut, mantan manajer Sarwendah, Nanda Persada, mengaku terkejut. Menurutnya, sulit membayangkan Ruben Onsu menggunakan fasilitas pinjaman online mengingat profil ekonomi dan akses pembiayaan yang dimiliki.

Ia berharap informasi tersebut tidak benar karena apabila terbukti, kondisi yang dihadapi Ruben dinilai cukup serius.

Pandangan serupa juga disampaikan kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang.

Ia membantah narasi yang berkembang dan meminta agar setiap tuduhan disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Minola juga mempertanyakan sejumlah aspek dalam cerita tersebut, termasuk mekanisme penagihan pinjaman online yang menurut ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki aturan tertentu.

Ia menilai tidak logis apabila penagihan dilakukan dengan cara sebagaimana diceritakan tanpa didukung bukti yang jelas.

Perbedaan keterangan antara para pihak menunjukkan bahwa persoalan tersebut masih berada pada ranah klaim dan bantahan.

Hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum ataupun regulator jasa keuangan yang menyatakan Ruben Onsu terbukti memiliki pinjaman online sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Di sisi lain, sorotan Manang Soebakti mengenai dugaan kebocoran data pribadi kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan informasi pribadi.

Kebocoran data dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk berbagai bentuk penyalahgunaan identitas, mulai dari penipuan, pemalsuan dokumen, hingga tindak kejahatan berbasis teknologi informasi.

Pakar keamanan siber selama ini juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membagikan data pribadi, menggunakan autentikasi berlapis pada layanan digital, serta rutin memantau aktivitas akun keuangan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan identitas di era digital yang semakin kompleks.

Kasus yang berkembang antara Ruben Onsu dan Sarwendah sendiri masih menjadi perhatian publik karena sebelumnya juga diwarnai polemik mengenai hak bertemu anak serta persoalan nafkah pascaperceraian.

See also  Turnamen Bulu Tangkis KORPRI 2025 ; Bangun Semangat Kebersamaan ASN

Munculnya isu pinjaman online semakin memperluas ruang perdebatan di media sosial, meskipun hingga kini belum terdapat pembuktian hukum yang menetapkan kebenaran dari berbagai tuduhan yang beredar.

Perkembangan ini menjadi pengingat bahwa setiap informasi yang beredar di ruang digital perlu disikapi secara kritis dan berimbang.

Masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum terdapat fakta yang telah diverifikasi oleh pihak berwenang.

Pada saat yang sama, penguatan sistem perlindungan data pribadi dan literasi digital tetap menjadi kebutuhan mendesak agar hak privasi masyarakat terlindungi serta kepercayaan terhadap layanan publik dan ekosistem digital nasional terus terjaga. | BangkaPost.News | */Redaksi | *** |

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x