SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BANGKAPOST.NEWS [BKA#POST] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA KOPI HITAM - KOP SUSU - ANEKA JUS - ANEKA MIE - TEH MANIS & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN RAYA SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT SITU KULONG MINYAK LALANG MANGGAR BELITUNG TIMUR [BKA#POST] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [BKA#POST] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [BKA#POST] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [BKA#POST]

Rajo Ameh Soroti Data Jalan Terbaik Babel, Minta Pemprov Evaluasi

BangkaPostNews
2 Sep 2026 07:23
7 minutes reading

BangkaPost.News | ArtaSariMediaGroup ~ Pernyataan mengenai kondisi jalan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang disebut berada di urutan kedua terbaik setelah DKI Jakarta mendapat sorotan dari Rajo Ameh CEO AUKBABEL (Aktivis Untuk Kemajuan Bangka Belitung).

Ia meminta pemerintah provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak hanya melihat data secara agregat, tetapi juga melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi jalan di lapangan, khususnya ruas jalan provinsi di Pulau Belitong yang menurutnya masih membutuhkan perhatian serius.

Rajo Ameh mengatakan, sebelum muncul data resmi yang menempatkan Bangka Belitung sebagai salah satu provinsi dengan kondisi jalan terbaik, sebenarnya sudah lama berkembang kesaksian dari masyarakat yang kerap melakukan perjalanan darat atau touring ke berbagai daerah di Indonesia.

“Sudah lama testimoni kawan-kawan yang sering natak atau touring ke sejumlah wilayah di Indonesia mengatakan bahwa jalan di Bangka Belitung termasuk jalan yang bagus dibandingkan jalan di daerah yang sering mereka lewati,” ujar masyarakat.

Menurut masyarakat setempat, pengalaman pengguna jalan di lapangan dapat menjadi salah satu perspektif penting dalam membaca kualitas infrastruktur daerah.

Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi jalan tidak dapat digeneralisasi hanya berdasarkan pengalaman perjalanan pada ruas-ruas tertentu.

Ia bahkan mengajak masyarakat yang masih meragukan kualitas jalan di Bangka Belitung untuk melakukan perjalanan ke wilayah sekitar, termasuk Provinsi Sumatera Selatan, terutama sejumlah ruas jalan di tingkat kabupaten, kemudian membandingkannya secara langsung.

“Masih ada yang tidak percayakan? Cobalah kawan-kawan jalan-jalan ke provinsi terdekat yaitu Sumsel, terutama di kabupaten. Bandingkan,” sambung masyarakat lainnya.

Meski demikian, Rajo Ameh menilai terdapat persoalan yang perlu mendapat perhatian apabila penilaian terhadap kondisi jalan Bangka Belitung dilakukan secara menyeluruh.

Menurut dia, sejumlah ruas jalan di Pulau Belitong justru menunjukkan kondisi yang berbanding terbalik dengan gambaran umum mengenai kualitas jalan provinsi.

Ia mencontohkan ruas jalan provinsi di Pulau Belitong yang menghubungkan kawasan Kecamatan Kelapa Kampit Belitung Timur hingga Buluh Tumbang Kabupaten Belitung.

Menurut Rajo Ameh, ruas jalan tersebut merupakan jalur penting yang menghubungkan Kabupaten Belitung Timur dan Kabupaten Belitung, tetapi terdapat bagian jalan yang menurut pengamatannya sudah lama tidak mendapatkan perbaikan yang memadai.

See also  207 Perwira TNI AU Siap Hadapi Tantangan Perang Modern

“Kayaknya datanya kurang pas. Jalan-jalan di Pulau Belitong yang membentang dari Kabupaten Belitung Timur hingga Belitung ada yang sudah lebih dari 20 tahun tidak pernah diperbaiki oleh provinsi.

Salah satunya jalan provinsi itu dari Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur hingga Buluh Tumbang di Kabupaten Belitung,” ujar Rajo Ameh.

Ia mengatakan, ruas tersebut pada masa lalu memiliki fungsi strategis sebagai salah satu urat nadi transportasi yang menghubungkan dua kabupaten di Pulau Belitong.

Karena itu, kondisi infrastrukturnya menurut dia tidak semestinya luput dari perhatian pemerintah provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Dulu jalan tersebut urat nadi utama yang menghubungkan dua kabupaten, yaitu Belitung Timur dan Belitung,” katanya.

Rajo Ameh mengaku prihatin karena masih menemukan sejumlah ruas jalan di Pulau Belitong yang kondisinya menurut pengamatannya sudah mengalami kerusakan cukup parah.

Bahkan, pada beberapa titik, permukaan jalan disebut hanya menyisakan batu kerikil.

“Banyak jalan-jalan di Pulau Belitong tinggal batu kerikilnya saja lagi. Ini sangat menyedihkan dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah provinsi,” tambahnya.

Sorotan tersebut, menurut Rajo Ameh, bukan dimaksudkan untuk menafikan adanya ruas jalan di Bangka Belitung yang memang memiliki kualitas baik.

Ia justru meminta agar penilaian mengenai kondisi jalan dilakukan dengan pendekatan yang lebih terukur dan mencerminkan kondisi seluruh wilayah.

Sebab, kualitas infrastruktur jalan merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Jalan yang baik akan mempercepat distribusi barang, memudahkan masyarakat mengakses pusat pelayanan publik, memperlancar aktivitas pendidikan dan kesehatan, sekaligus meningkatkan konektivitas antarkawasan.

Sebaliknya, kerusakan jalan yang dibiarkan dalam waktu panjang dapat meningkatkan biaya transportasi, memperbesar risiko kecelakaan, mempercepat kerusakan kendaraan, serta menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

Bagi masyarakat Pulau Belitong, persoalan ini memiliki dimensi yang lebih dekat.

Kabupaten Belitung Timur dan Kabupaten Belitung memiliki hubungan ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan perdagangan yang membutuhkan konektivitas jalan yang memadai.

Jalur yang menghubungkan kedua wilayah bukan hanya menjadi infrastruktur fisik, melainkan bagian dari sistem pergerakan masyarakat sehari-hari.

Karena itu, ketika terdapat ruas strategis yang mengalami kerusakan, dampaknya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Rajo Ameh juga mengingatkan agar pemerintah provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak menjadikan sebuah peringkat sebagai alasan untuk mengendurkan pengawasan terhadap infrastruktur.

See also  Dugaan Korupsi TKT, Kejari Basel Sasar Kerugian Rp 300 Triliun

Menurutnya, predikat atau posisi dalam suatu indeks seharusnya menjadi motivasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas jalan, bukan menjadi alasan untuk mengabaikan ruas yang masih mengalami persoalan.

“Kalau memang data menunjukkan Bangka Belitung berada di urutan kedua setelah DKI Jakarta dalam kualitas jalan, tentu itu patut diapresiasi.

Tetapi pemerintah provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga harus melihat ruas-ruas yang masih rusak.

Jangan sampai angka rata-rata membuat kondisi di lapangan yang dialami masyarakat menjadi tidak terlihat,” tegasnya.

Dalam perspektif pembangunan, data statistik dan kesaksian masyarakat sebenarnya dapat ditempatkan secara berdampingan. Data resmi diperlukan untuk memberikan gambaran makro dan menjadi dasar kebijakan.

Sementara laporan masyarakat dibutuhkan untuk menemukan persoalan konkret yang mungkin tidak sepenuhnya terlihat dalam angka agregat.

Karena itu, Rajo Ameh meminta pemerintah provinsi melakukan audit kondisi jalan secara berkala dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah kabupaten.

Pemeriksaan tersebut idealnya mencakup kondisi permukaan jalan, tingkat kerusakan, panjang ruas yang membutuhkan penanganan, status kewenangan, umur konstruksi, volume kendaraan, serta prioritas perbaikan.

Langkah tersebut penting agar program pembangunan infrastruktur benar-benar berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Ia juga mendorong adanya keterbukaan informasi mengenai daftar ruas jalan provinsi yang masuk prioritas pemeliharaan maupun pembangunan.

Dengan informasi tersebut, masyarakat dapat mengetahui ruas mana yang akan diperbaiki, kapan pelaksanaannya, serta bagaimana progres pekerjaan dilakukan.

Transparansi juga dapat memperkuat pengawasan publik sekaligus mencegah munculnya kesenjangan antara perencanaan pembangunan dan kebutuhan masyarakat.

Menurut Rajo, pemerintah daerah tidak perlu defensif terhadap kritik mengenai kondisi jalan. Kritik konstruktif justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Yang penting bukan siapa yang paling benar dalam menyebut jalan kita bagus atau tidak bagus. Yang penting adalah bagaimana pemerintah provinsi kita memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses jalan yang layak dan aman,” ujarnya.

Ia berharap persoalan jalan di Pulau Belitong tidak dipandang sebagai kepentingan satu kabupaten saja.

Infrastruktur penghubung Belitung Timur dan Belitung merupakan kepentingan bersama karena mobilitas masyarakat tidak berhenti pada batas administratif.

Selain memperbaiki ruas yang rusak, pemerintah provinsi juga perlu memperkuat sistem pemeliharaan rutin.

Jalan yang baru dibangun tetapi tidak dirawat secara berkala pada akhirnya dapat kembali mengalami kerusakan dan membutuhkan biaya perbaikan yang lebih besar.

Pembangunan jalan, kata Rajo Ameh, seharusnya menggunakan pendekatan jangka panjang.

See also  Jelang 26 Tahun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Pemerintah perlu memastikan kualitas konstruksi, sistem drainase, pengawasan pekerjaan, pemeliharaan, serta penanganan cepat terhadap kerusakan.

Bagi masyarakat, jalan bukan sekadar angka dalam statistik pembangunan.

Jalan adalah akses menuju sekolah, rumah sakit, pasar, tempat kerja, perkebunan, pelabuhan, kawasan wisata, dan pusat pemerintahan.

Karena itu, Rajo meminta pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadikan perbedaan antara data makro dan kondisi lapangan sebagai momentum untuk melakukan evaluasi.

Jika sebagian besar jalan memang berada dalam kondisi baik, capaian tersebut patut dipertahankan dan diapresiasi.

Namun, apabila masih terdapat ruas strategis yang mengalami kerusakan berat, maka perbaikan harus tetap menjadi prioritas tanpa terpengaruh oleh posisi provinsi dalam sebuah pemeringkatan.

“Kalau data itu benar, kita tentu bangga. Tetapi kalau masih ada jalan provinsi yang bertahun-tahun rusak, pemerintah provinsi harus turun melihat langsung. Jangan hanya melihat laporan di atas kertas,” kata Rajo Ameh.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur harus berangkat dari kebutuhan masyarakat. Data menjadi fondasi kebijakan, sementara kondisi lapangan menjadi alat uji keberhasilan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan jalan bukan semata-mata peringkat sebuah provinsi, melainkan seberapa jauh masyarakat dapat merasakan jalan yang aman, nyaman, lancar dan terawat.

Bangka Belitung boleh berbangga jika memang memiliki kualitas jalan yang baik secara nasional.

Namun, kebanggaan itu akan semakin bermakna apabila tidak ada lagi masyarakat di Pulau Belitong yang harus berhadapan dengan ruas jalan rusak, berbatu dan sulit dilalui.

Karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap seluruh jaringan jalan provinsi yang ada di Bangka Belitung perlu dilakukan secara terbuka, objektif dan berkelanjutan.

Pemerintah provinsi, legislatif, pemerintah kabupaten, pemerintah desa dan masyarakat dapat bersama-sama memastikan bahwa pembangunan infrastruktur benar-benar menghadirkan konektivitas yang merata.

Bagi Rajo Ameh, persoalan tersebut pada akhirnya bukan sekadar perdebatan mengenai apakah Bangka Belitung layak disebut memiliki jalan terbaik atau tidak.

Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap warga, termasuk masyarakat di wilayah pelosok Pulau Belitong, memperoleh hak yang sama atas infrastruktur publik yang layak.

Sebab, jalan yang baik bukan hanya memperlancar perjalanan.

Jalan yang baik membuka peluang ekonomi, memperkuat hubungan antardaerah, mempercepat pelayanan publik dan menjadi salah satu fondasi penting bagi kemajuan Bangka Belitung. | BangkaPost.News | Redaksi | *** |

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x