DIREKSI & MANAGEMENT SERTA REDAKSI MEDIA ONLINE DIGITAL pgribeltim.com MENGUCAPKAN SELAMAT BERTUGAS KEPADA PENGURUS PGRI KABUPATEN BELITUNG TIMUR PERIODE MASA BHAKTI 2025-2030 SEMOGA AMANAH DENGAN VISI & MISI NYA AAMIIN

Nevi Zuairina, Ubah Pengabdian Menjadi Kekuatan

BangkaPostNews
30 Mar 2026 08:47
6 minutes reading

BangkaPost.News | ArtaSariMediaGroup ~ Di tengah dinamika politik nasional yang kerap dipenuhi persaingan dan kepentingan pragmatis, muncul sosok perempuan yang menghadirkan warna berbeda—tenang, konsisten, dan berakar kuat pada nilai-nilai keluarga serta budaya.

Dialah Nevi Zuairina, seorang tokoh perempuan Indonesia yang membuktikan bahwa pengabdian sosial, peran keluarga, dan kiprah politik dapat berjalan beriringan secara harmonis.

Lahir di Jakarta pada 20 September 1965, Nevi tumbuh dengan warisan budaya Minangkabau yang kuat, berasal dari wilayah Pesisir Selatan dan Padang.

Nilai-nilai adat Minang yang menjunjung tinggi pendidikan, ketahanan keluarga, dan peran perempuan dalam masyarakat menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidupnya.

Awal Perjalanan: Antara Pendidikan dan Pengabdian

Masa muda Nevi diwarnai dengan semangat belajar dan aktivitas sosial. Saat menempuh pendidikan di Universitas Indonesia, ia tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mulai menanamkan nilai-nilai dakwah dan kepedulian terhadap masyarakat.

Di usia yang relatif muda, ia menikah dengan Irwan Prayitno, sosok yang kemudian dikenal sebagai Gubernur Sumatera Barat selama dua periode.

Pernikahan ini bukan sekadar ikatan pribadi, tetapi juga menjadi awal perjalanan panjang dalam pengabdian bersama kepada masyarakat.

Dalam kehidupan rumah tangga, Nevi menunjukkan kapasitas luar biasa sebagai ibu dari 10 anak dan kini nenek dari 12 cucu.

Di tengah kesibukan keluarga yang besar, ia tetap mampu berkontribusi aktif dalam kegiatan sosial—sebuah bukti nyata bahwa perempuan dapat memainkan banyak peran sekaligus tanpa kehilangan esensi utamanya.

Mengakar di Ranah Minang: Pengabdian Nyata untuk Masyarakat

Perjalanan pengabdian Nevi semakin nyata ketika ia mendampingi suaminya menjalankan amanah di Sumatera Barat. Namun, ia tidak sekadar menjadi “pendamping pejabat”.

See also  Jaga Ketertiban di Jembatan Emas : Sinergi Polres Bangka di Operasi Pekat Menumbing 2026

Ia justru tampil sebagai motor penggerak berbagai program sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Puncak peran sosialnya terlihat saat ia menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Sumatera Barat selama satu dekade (2010–2021).

Dalam posisi tersebut, Nevi mengubah pendekatan organisasi dari sekadar administratif menjadi gerakan nyata berbasis pemberdayaan.

Ia aktif turun langsung ke lapangan, berinteraksi dengan masyarakat desa, mendengarkan aspirasi perempuan, serta memahami tantangan ekonomi keluarga. Pendekatan ini menjadikannya pemimpin yang tidak berjarak dengan rakyat.

Pemberdayaan Ekonomi dan Pelestarian Budaya

Salah satu kontribusi penting Nevi adalah dalam pengembangan UMKM. Ia mendorong perempuan untuk mandiri secara ekonomi melalui pelatihan keterampilan, akses pasar, dan penguatan jaringan usaha.

Di antara upayanya, ia turut mempromosikan kerajinan khas daerah seperti Sulam Nareh, sebuah warisan budaya Minangkabau yang memiliki nilai seni tinggi.

Melalui promosi ini, Nevi tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjaga identitas budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Selain itu, ia juga fokus pada pendidikan anak usia dini, menyadari bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi sejak usia awal.

Program-program yang ia dorong berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan.

Dari Akar Rumput ke Parlemen Nasional

Pengalaman panjang di lapangan menjadi bekal berharga bagi Nevi saat memasuki dunia politik nasional.

Pada Pemilu 2019, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk daerah pemilihan Sumatera Barat II—dan berhasil meraih kepercayaan rakyat.

Di parlemen, Nevi membawa perspektif yang berbeda: ia tidak hanya berbicara dari sudut pandang kebijakan, tetapi juga dari pengalaman nyata masyarakat. Fokus utamanya adalah ekonomi kerakyatan dan perlindungan konsumen.

See also  Bonus Hari Raya Ojol : Komitmen Presiden Kuatkan Keadilan Sosial

Salah satu kiprahnya terlihat ketika ia memberikan masukan kritis terhadap kinerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Ia menekankan pentingnya pengawasan yang efektif untuk mencegah praktik monopoli yang dapat merugikan masyarakat kecil. Sikap kritis ini menunjukkan keberaniannya dalam memperjuangkan keadilan ekonomi.

Konsistensi yang Membangun Kepercayaan

Perjalanan politik Nevi tidak selalu mulus. Ia menghadapi dinamika dan polemik yang menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia politik. Namun, yang menarik adalah bagaimana ia tetap menjaga konsistensi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Kepercayaan publik terhadap dirinya terbukti dalam Pemilu 2024, di mana ia kembali terpilih untuk periode kedua dengan perolehan 68.564 suara.

Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari kepercayaan masyarakat yang melihat hasil nyata dari kerja kerasnya.

Dukungan tersebut juga mencerminkan keberhasilannya dalam menjaga hubungan dengan konstituen, serta komitmennya terhadap pelestarian nilai-nilai adat Minangkabau.

Ia aktif mendukung keberadaan lembaga adat sebagai bagian penting dari identitas dan kearifan lokal.

Amanah Baru dan Tantangan Masa Depan

Setelah dilantik kembali pada 1 Oktober 2024, Nevi memulai babak baru dalam karier politiknya untuk periode 2024–2029.

Amanah ini datang dengan tantangan yang semakin kompleks, terutama dalam menghadapi perubahan ekonomi global dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Namun, Nevi tetap berpegang pada prinsip dasarnya: menjadi jembatan antara kebijakan pusat dan kebutuhan daerah. Ia berkomitmen untuk terus memperjuangkan ekonomi keluarga, pemberdayaan perempuan, dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Dalam konteks nasional, peran ini menjadi sangat penting. Indonesia membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami kebijakan, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dengan rakyat. Nevi menghadirkan kombinasi tersebut—antara empati dan strategi.

Inspirasi bagi Generasi Perempuan Indonesia

Kisah hidup Nevi Zuairina bukan sekadar perjalanan individu, melainkan narasi inspiratif bagi perempuan Indonesia.

See also  Turnamen Bulu Tangkis KORPRI 2025 ; Bangun Semangat Kebersamaan ASN

Ia membuktikan bahwa peran besar dalam keluarga tidak menjadi penghalang untuk berkontribusi di ruang publik, bahkan hingga tingkat nasional.

Di tengah tantangan modern yang sering kali menuntut perempuan memilih antara karier dan keluarga, Nevi menunjukkan bahwa keduanya dapat berjalan beriringan dengan manajemen waktu, komitmen, dan nilai yang kuat.

Lebih dari itu, ia juga mengajarkan bahwa politik tidak harus selalu identik dengan konflik. Politik dapat menjadi ruang pengabdian, tempat nilai-nilai kebaikan diperjuangkan untuk kepentingan bersama.

Refleksi: Pengabdian sebagai Pilar Kepemimpinan

Perjalanan Nevi memberikan pelajaran penting bahwa kepemimpinan sejati lahir dari pengabdian, bukan ambisi semata.

Ia memulai dari lingkup kecil—keluarga dan masyarakat—kemudian berkembang hingga tingkat nasional tanpa kehilangan akar nilai yang ia pegang.

Di era globalisasi yang sering kali mengikis identitas lokal, Nevi justru membawa nilai-nilai kearifan Minangkabau ke dalam ruang kebijakan nasional.

Hal ini menunjukkan bahwa budaya lokal bukanlah penghambat kemajuan, melainkan sumber kekuatan yang dapat memperkaya perspektif kebijakan.

Dari Rumah ke Negeri

Kisah Nevi Zuairina adalah bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil.

Dari peran sebagai ibu, aktivis sosial, hingga anggota parlemen, setiap tahap dalam hidupnya adalah bagian dari perjalanan panjang menuju kontribusi yang lebih luas.

Dalam dunia yang terus berubah, sosok seperti Nevi menjadi pengingat bahwa integritas, konsistensi, dan kepedulian adalah nilai yang tidak lekang oleh waktu.

Ia tidak hanya membangun karier, tetapi juga membangun harapan—bahwa Indonesia dapat terus maju dengan tetap berakar pada nilai-nilai luhur.

Dari ranah Minang ke Senayan, langkahnya terus berlanjut. Dan bagi banyak orang, kisah ini bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk diteladani. | BangkaPost.News | */Redaksi | *** |

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x