SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BANGKAPOST.NEWS [BKA#POST] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA KOPI HITAM - KOP SUSU - ANEKA JUS - ANEKA MIE - TEH MANIS & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN RAYA SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT SITU KULONG MINYAK LALANG MANGGAR BELITUNG TIMUR [BKA#POST] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [BKA#POST] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [BKA#POST] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [BKA#POST]

AI & Karakter Jadi Pesan Utama Sherly di Kampus Unhena

BangkaPostNews
23 Jul 2026 00:07
5 minutes reading

BangkaPost.News | ArtaSariMediaGroup ~ Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menegaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pembangunan karakter merupakan dua fondasi utama dalam menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.

Pesan itu disampaikan saat memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa Universitas Hein Namotemo (Unhena), Halmahera Utara, Selasa (9/6/2026), dalam rangka kunjungan kerja sekaligus silaturahmi dengan civitas akademika.

Selain berdialog dengan mahasiswa, Sherly juga menyerahkan bantuan dana stimulan pembangunan auditorium baru sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap kemajuan pendidikan tinggi.

Terik matahari siang di Bumi Hibualamo tak mengurangi antusiasme civitas akademika Universitas Hein Namotemo. Sejak pagi, lingkungan kampus dipenuhi aktivitas penyambutan orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Kehadiran Gubernur Sherly Tjoanda bukan sekadar memenuhi agenda seremonial pemerintahan.

Ia datang membawa pesan besar mengenai arah masa depan pendidikan tinggi di tengah derasnya perkembangan teknologi digital yang kini mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia.

Di hadapan ratusan mahasiswa, dosen, dan pimpinan universitas, Sherly mengajak seluruh generasi muda Maluku Utara untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, integritas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

Menurut Sherly, perkembangan dunia saat ini berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan satu dekade lalu. Artificial Intelligence telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, melakukan riset, bahkan mengambil keputusan.

Perubahan tersebut, katanya, harus dijawab melalui transformasi pendidikan yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kalian harus memiliki nilai diri yang kuat yang bisa ditawarkan kepada dunia industri. Tidak cukup hanya dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) yang bagus atau nilai rapor yang tinggi, namun yang jauh lebih penting dari itu semua adalah konsistensi dari nilai dan integritas diri kalian,” tegas Sherly.

See also  Uang Tak Cair, Pria ini Bawa Jasad Saudaranya ke Teller Bank

Pernyataan itu menjadi salah satu pesan terkuat dalam kuliah umum yang berlangsung hampir dua jam tersebut.

Sherly menjelaskan bahwa perusahaan modern kini tidak lagi hanya mencari lulusan dengan kemampuan akademik tinggi.

Dunia kerja membutuhkan individu yang mampu menyelesaikan persoalan, berpikir kritis, cepat beradaptasi, memiliki etika kerja, dan mampu bekerja sama dalam tim.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu menawarkan sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh mesin ataupun teknologi.

“Karakter adalah pembeda utama manusia. Teknologi bisa berkembang sangat cepat, tetapi integritas, kepemimpinan, dan tanggung jawab tetap menjadi nilai yang tidak tergantikan,” ujarnya.

AI Bukan Ancaman, tetapi Mitra Pembelajaran

Dalam paparannya, Sherly menegaskan bahwa Artificial Intelligence tidak boleh dipandang sebagai ancaman bagi dunia pendidikan.

Sebaliknya, AI harus dimanfaatkan sebagai alat strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, mempercepat riset, memperluas akses ilmu pengetahuan, serta meningkatkan produktivitas mahasiswa maupun dosen.

“Kecerdasan buatan bukan lagi sekadar alat bantu teknologi, melainkan mitra strategis dalam proses pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan efisien. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi, adopsi AI menjadi kunci utama dalam menyiapkan lulusan yang kompetitif di era industri modern.”

Ia mengingatkan bahwa perguruan tinggi harus mulai mengubah paradigma pembelajaran agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.

Mahasiswa didorong memanfaatkan AI secara bertanggung jawab sebagai sarana belajar, bukan sekadar alat untuk memperoleh jawaban instan.

Soft Skills Menjadi Penentu

Selain kemampuan teknis atau hard skills, Sherly menilai soft skills kini memiliki nilai yang semakin tinggi.

Ia menyebut sedikitnya lima kompetensi yang wajib dimiliki mahasiswa, yakni berpikir kritis, komunikasi yang efektif, kemampuan bekerja sama, kreativitas, dan integritas.

See also  Hilirisasi Gambir Bangkitkan Harapan Baru Ekonomi Petani

Kelima aspek tersebut dinilai menjadi bekal utama memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Pembangunan karakter merupakan investasi jangka panjang. Pendidikan bukan hanya menghasilkan lulusan, tetapi melahirkan manusia yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Sherly, keberhasilan seseorang pada masa depan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari kemampuan membangun kepercayaan, memimpin, dan menjaga komitmen.

Dialog Terbuka Bersama Mahasiswa

Kuliah umum berlangsung semakin dinamis ketika sesi tanya jawab dibuka.

Mahasiswa memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai kepemimpinan masa depan, peluang kerja di Maluku Utara, hingga pemanfaatan AI dalam riset daerah.

Sherly menjawab setiap pertanyaan secara terbuka dan komunikatif.

Ia mendorong mahasiswa agar berani keluar dari zona nyaman, memperluas wawasan, serta terus meningkatkan kemampuan melalui proses belajar sepanjang hayat (lifelong learning).

Menurutnya, perubahan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari.

Karena itu, mahasiswa harus menjadi kelompok pertama yang mampu beradaptasi terhadap setiap perubahan.

Kepemimpinan Harus Mendengar Semua Suara

Dalam sesi penutup, Sherly menyoroti pentingnya kepemimpinan yang inklusif.

Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu mendengar seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan status sosial maupun latar belakang.

“Pemimpin yang inklusif adalah pemimpin yang memastikan dirinya mendengar suara terkecil dari rakyatnya, sedangkan transformasi pendidikan adalah tentang bagaimana kita mengubah paradigma berpikir agar terus relevan dengan perkembangan zaman.”

Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta yang memenuhi auditorium kampus.

Bantuan Auditorium Baru

Di akhir kegiatan, Sherly memberikan kejutan berupa bantuan dana stimulan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk pembangunan gedung auditorium baru Universitas Hein Namotemo.

Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus mendukung aktivitas akademik, penelitian, seminar, hingga pengembangan organisasi mahasiswa.

See also  10 Ton Pupuk Diselamatkan, Negara Lindungi Hak Petani

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap pendidikan tidak berhenti pada penyampaian gagasan, tetapi diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap pengembangan infrastruktur kampus.

Pendidikan Jadi Prioritas

Bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Sejumlah program telah dijalankan, mulai dari Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi SMA, SMK, dan SLB negeri, program beasiswa S-1 dan S-2 bagi mahasiswa berprestasi, hingga penandatanganan nota kesepahaman dengan 27 perguruan tinggi di Maluku Utara.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap lahir sumber daya manusia yang mampu bersaing secara nasional maupun internasional.

Di tengah tantangan revolusi digital, investasi terbaik bagi daerah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia.

Kuliah umum Sherly Tjoanda di Universitas Hein Namotemo menjadi pengingat bahwa masa depan Maluku Utara akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya.

Kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter, integritas, kepemimpinan, dan semangat belajar tanpa henti. Dengan perpaduan itulah visi **Maluku Utara Bangkit** diyakini dapat diwujudkan melalui pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global. | BangkaPost.News | */Redaksi | *** |

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x